Teknik Bertanya


Selanjutnya Sugeng Paranto (1979, 41-54) menyebutkan dalam proses belajar mengajar, bertanya memegang peranan penting, sebab pertanyaan yang tersusun baik dengan teknik pelantaran yang tepat akan :

  • Meningkatkan partisipasi murid dalam kegiatan belajar mengajar
  • Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu murid terhadap sesuatu masalah yang sedang  dibicarakan
  • Mengembangkan pola berpikir dan cara belajar aktif dari siswa yang bersangkutan, sebab berpikir itu sendiri sesungguhnya adalah bertanya
  • Menuntun proses murid, sebab pertanyaan yang baik akan membantu jawaban yang baik dan
  • Memusatkan perhatian murid terhadap masalah yang sedang dibahas.

Para guru terutama yang belum mendapatkan penataran PBM atau lulusan Universitas, faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan pertanyaan yaitu :

1.    Kejelasan dan Kaitan Pertanyaan

Harap diusahakan agar pertanyaan yang dikemukakan itu jelas, maksudnya serta nampak benar kaitannya antara jalan pikiran seseorang yang satu dengan yang lainnya dan usahakan tidak diselingi oleh kata-kata sisipan yang bersifat mengganggu, misalnya : ee; em; anu; dan lain-lain.

2.    Kecepatan dan selang waktu (pause)

Kecepatan menyampaikan pertanyaan tergantung pada jenis pertanyaan itu sendiri. Pada umumnya guru-guru muda belum berpengalaman cenderung banyak melontarkan pertanyaan ketimbang menerima jawaban dan pertanyaan-pertanyaannya diucapkan dengan cepat tanpa diselingi pause, tanpa memberikan kesempatan pada murid untuk berpikir.

3.    Pembagian dan Penunjukan

Dalam mengajukan pertanyaan pada murid agar diperhatikan sistem distribusinya yaitu usahakan agar pertanyaan itu didistribusikan merata ke seluruh ruangan kelas, hal itu berhubungan dengan sifat pemalu atau kurang berani yang ada pada murid. Murid yang pemalu biasanya cenderung segan menampilkan jawaban secara suka rela, maka sebaiknya pertanyaan itu jangan dilepas begitu saja, melainkan langsung ditujukan  kepada salah satu / seorang murid atau setelah dilepas untuk seluruh murid dengan mengambil pause segera ditujukan pada salah seorang murid, bila yang bersangkutan tidak dapat menjawab baru pertanyaan itu di “Redirecting” pada murid lain.

Selain itu perlu juga diperhatikan oleh guru-guru terutama guru muda agar memperhatikan teknik bertanya. Teknik bertanya ini berguna untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas jawaban murid, disamping guru harus memperhatikan ketiga faktor diatas. Teknik bertanya tersebut adalah :

1.    Teknik Menunggu

Teknik menunggu yaitu memeberi waktu yang cukup bagi murid untuk berpikir. Berikan waktu sejenak, 1-5 detik kepada murid untuk berpikir dalam rangka menemukan jawabannya, pemberian waktu untuk memberikan kesempatan berpikir pada murid itu ada efek positifnya, mislnya :

  • Siswa dapat memberikan jawaban yang lebih panjang dan lengkap,
  • Jawaban siswa lebih analisis dan kreatif
  • Siswa akan merasa lebih yakin akan jawabannya dan
  • Partisipasi siswa akan meningkat.

2.    Teknik Reinforcement

Pemakaian yang tepat dari teknik ini akan menimbulkan sikap yang positif bagi siswa serta meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar sehingga memungkinkan pencapaian prestasi belajar tinggi.

3.    Teknik Menuntun dan Menggali (Prompting and Probing)

Prompting dan probing question dapat digunakan sebagai teknik untuk meningkatkan kualitas jawaban siswa. Probing question ialah pertanyaan yang bersifat menggali dan mendapatkan jawaban yang lebih lanjut dari siswa yang bermaksud untuk mengembangkan kualitas jawaban, sehingga jawaban berikutnya lebih jelas, akurat serta lebih beralasan.

Contoh :

Guru     : Apakah kalian sudah memperoleh jawabannya ?

Siswa   :    Ya

Guru     :    Bisa saya lihat jawabannya ?

Siswa   : Ya, jawabannya adalah sebuah segitiga

Guru     : Mengapa segitiga ?

Siswa   : Karena yang lainnya juga berupa segitiga

Guru     : Kalau warnanya bagaimana ?

Siswa   : Warnanya  adalah putih

Guru     :    Mengapa

……….

Prompting question, pertanyaan ini bermaksud untuk menuntun siswa agar ia dapat menemukan jawaban yang lebih benar.

Contoh :

Guru     : Bagaimana rumusan Teorema Pythagoras ? Coba Fulan,

bagaimana pendapatmu?

Fulan    : Diam (sedang berfikir)

Guru     : Silahkan kamu sebutkan ? . . . Fulan (Prompting)

Disamping teknik bertanya, perlu juga guru terutama guru muda memahami tentang jenis-jenis pertanyaan, diantaranya yaitu :

1.    Jenis pertanyaan menurut luas sempitnya sasaran, yang dibagi menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu :

  • Pertanyaan sempit (narrow question)
  • Pertanyaan luas (broad question)
  • Pertanyaan terbuka (open ended question)

2.    Jenis pertanyaan menurut maksudnya, misalnya :

  • Pertanyaan permintaan
  • Pertanyaan teoritis
  • Pertanyaan pengarahan
  • Pertanyaan pengarahan kembali

3.    Jenis pertanyaan menurut taksonomi bloom, yaitu :

  • Pertanyaan pengetahuan (recall question)
  • Pertanyaan pemahaman (comprehension question)
  • Pertanyaan penerapan (application question)
  • Pertanyaan analisis (analysis question)
  • Pertanyaan sistesis (synthesis question) dan
  • Pertanyaan evaluasi (evaluation question)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s